Belum lama ini saya mencoba bernostalgia, nyebrang ke Madura via penyebrangan Ujung - Kamal (UK) dengan kapal feri. Dalam bayangan saya setelah adanya Jembatan Suramadu (JS) keberadaan jasa penyebrangan ini bakal kehilangan pamor dan perlahan-lahan akan redup sebelum kemudian ditutup. Ternyata perkiraan saya salah.
Penyebrangan UK masih diminati warga. Buktinya antrian panjang kendaraan bermotor dan penumpang masih terjadi (apa karena ini hari Minggu dan banyak warga Madura yang mudik). Meski tidak sepadat dan seramai dulu ketika JS masih belum dibangun.
Friday, April 12, 2013
Saturday, March 16, 2013
The Other Side Of Madura
Madura identik dengan kegersangan, semua orang tau itu. Tapi tahu kah anda bahwa dibalik kegersangan itu Madura menyimpan banyak eksotisme didalannya. Satu diantaranya adalah eksotisme pertaniannya.
Minggu early morning beberapa waktu lalu saya sudah melintas diatas jembatan Suramadu. Selepas jembatan, tepatnya di perempatan desa Alang Alang arah Kwanyar mata keranjang saya yang jelalatan tergelitik oleh satu penampakan yang memukau.
Monday, February 25, 2013
Computerize dalam Musik Masa Kini
Sunday, February 24, 2013
" PASTOR " yang Jago Main Bass Gitar
Wednesday, September 5, 2012
Suramadu, Riwayatmu Kini
Sejak diresmikan pada 2009 lalu hingga sekarang, Jembatan Suramadu tidak terlihat adanya perkembamgan yang signifikan, baik disisi Surabaya, apalagi disisi Madura.
Pembangunan fasilitas penunjang seperti museum, rest area, resto, dan souvenir shop yang representatif seperti yang dijanjikan oleh BPWS (Badan Pengembang Wilayah Suramadu) adalah pepesan kosong belaka.
Ketika Sepi Mengintimidasi, Purnama di Ranu Kumbolo
Bulan penuh membias cermin alam, Ranu Kumbolo
Kulihat wajahmu disana, tersenyum dalam diam
Sekilas, lalu menghilang... ditelan riak gelombang
Dimana dirimu malam ini, sayang?
Disini, di tepi telaga aku merindumu
Aku rindu malam-malam bersamamu
seperti purnama malam ini
Bercengkrama dalam keheningan
Memagut sepi di ketinggian
Berteman skoteng kesukaanmu
Dimana dirimu malam ini, sayang?
Kuhisap dalam-dalam kretek di bibir
kuhembuskan asap perlahan ke langit malam
membingkai rembulan
Kulihat wajah mu disana, tersenyum dalam diam
Sekilas, lalu menghilang... ditelan asap polutan
Dimana dirimu malam ini, sayang?
Pondok tepi telaga ini masih juga sepi
Perapianpun mulai meredup, menyisakan bara api
Dinginnya bayu Mahameru menghujam tajam sumsum tulangku
Namun, sleeping bag di tubuh tak mampu hangatkan jiwa yang merindumu
Disini, ditepian ranu indah ini
aku terlelap dalam dekapan malam
Samar kulihat wajahmu, tersenyum dalam diam
Sekilas, lalu menghilang... menghantar rembulan ke peraduan
Dimana dirimu malam ini, sayang?
Disini, di Ranu Kumbolo.... aku merindumu
Thursday, August 2, 2012
Geng Motor, SONS of ANARCHY
Baru dengar namanya saja kita sudah bergidik, apalagi ketemu langsung bisa terkencing-kencing dibuatnya. Sesuai namanya, geng ini sering melakukan tindakan anarkis, brutal, bahkan takkenal ampun.
Transaksi narkoba, perdagangan senjata ilegal adalah bagian dari bisnis kotor mereka. Tak main-main, motor yang ditunggangi bukan motor kebanyakan, tapi moge jenis Harley Davidson. Seperti geng motor lainnya, geng ini melengkapi penampilannya dengan atribut-atribut yang sangar. Sabuk rantai ala rocker, tato di beberapa bagian tubuh, dan kuttes (jaket tanpa lengan) bertuliskan nama geng dibordir di bagian punggung, tidak lupa simbol bergambar tengkorak membawa sabit tradisional (yang ujungnya berlumuran darah) yang gagangnya diganti dengan senapan M16, hi ngeri.
Yes, Our Reason To Be Here
Setelah digelontor IRON MAIDEN, LINKIN PARK, EVANESENCE, ROXETTE, dan terakhir kemaren (21/4) DREAM THEATER, publik rock Indonesia pun dimanjakan kembali dengan hadirnya supergrup dunia, YES.
Band yang masuk jajaran papan atas bergenre progressive rock ini menggebrak Jakarta (24/4). Bertempat di Ballroom Ritz Carlton Pasific Place Jakarta, dengan tajuk "Celebrating 44 years of YES"in one Wonderous Night"World Tour 2012 Live in Jakarta" .
Dream Theater with Mike Mangini
Dream Theater didirikan oleh Mike Portnoy, John Petrucci, dan John Myung di Boston, Massachusetts pada tahun 1985. Album pertama When Dream And Day Unite (1989) direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Namun kedua personil ini tak lama bercokol, mereka keluar bergantian, James LaBrie menggantikan posisi Domici sebagai vokalis, sedangkan Kevin Moore diganti Derek Sherinian. Pada akhirnya Sherinian pun keluar dan digantikan Jordan Rudess sampai sekarang.
Tuesday, May 15, 2012
Comfortably Numb
Sekitar awal 80 an, dua punggawa Pink Floyd ini pernah berseteru, mereka adalah Roger Waters dan David Gilmour. Karena konflik tersebut Roger Waters memilih hengkang dari Pink Floyd dan bersolo karir.
Nah, pada bulan Mei setahun yang lalu mereka berdua bertemu dalam satu kolaborasi menembangka lagu andalan Pink Floyd, Comfortably Numb (senin, 9/4 lagu ini dinyanyikan Dodi Katansi bersama bandnya, Seven Years Later di Radio Show TV One, tapi kurang bagus).
Saya tidak membicarakan perseteruan mereka, tapi saya akan bahas sedikit tentang setting panggung dimana mereka tampil. Pertunjukan live itu berlangsung di o2 Arena, London. Aroma Pink Floyd terasa sekali pada settingan panggung kali ini, mengingatkan kita pada konser mereka yang legendaris dan spektakuler, bertajuk The Wall. Dimana dinding raksasa dibangun diatas panggung selama pertunjukan berlangsung hingga akhir konser yang ditandai dengan dirobohkannya dinding tersebut.
Immortal (Edelweis Kesepian)

Bak menggapai langit, kau rambah gunung
kau tancap kaki di ketinggian
Biar matahari membakarmu, badai memporandakan sekitarmu
kau bergeming
Tegak bertumpuh kaki ringkih mu
berpijak tanah labil, batuan tebing terjal
Dan ketika alam sembunyikan cahyanya,
kabut menghampiri selimuti senja juga malam-malam mu,
berhias kerlip jutaan bintang
Keheningan membenamkanku dalam misteri jagad raya
Hening rimba temani kesepianmu, sesepi jiwaku
Kala ufuk timur membakar cakrawala,
kau terbangun dengan embun basahi sekujur tubuh
Bak peluh bidadari, satu satu jatuh ke bumi
memancarkan lagi kilau cantik wajah mu.
Puisi persembahan kepada ' Bunga Para Dewa ', Edelweis.
Bagi para pendaki gunung pasti akrab dengan bunga yang satu ini, edelweis ( Anaphalis Javanica). Keberadaannya di sekitar puncak gunung memberikan kesan serta pemandangan yang menyejukkan. Terlebih jika medan pendakian teramat berat (kadang di tempuh berhari-hari untuk sampai puncak). Memandang edelweis bagai menemukan tombo ati / penglipurlara, bonus yang pantas diterma pendaki. Kuntumnya yang putih mungil dengan aroma khas edelweis, terlihat begitu cantik di tengah keheningan alam sekitar. Bunga ini kuat bertahan bertahun-tahun setelah dipetik. Tak heran kalau edelweis dijuluki bunga abadi, sekedar julukan tentu, karena di dunia ini tak ada yang abadi, termasuk bunga edelweis ini.
Salam rimba.
Tuesday, March 27, 2012
..... Too Late To Say I Love You
Judul diatas merupakan penggalan syair lagu Script For jesters Tea dari Marillion, grup band asal Inggris. Bagi kaum muda (pecinta musik rock) sekarang, nama tersebut mungkin kurang familiar dibanding nama-nama macam Dream Theatre, Avenged Sevenfold, Muse, dll.Tapi coba deh tanya pada bapak-bapak kita (tentu yang demen musik rock juga) tentu pernah menikmati masa-masa jaya grup yang bergenre Progressive Rock ini. Antara awal 80 an - 90 an ( sampai sekarang masih eksis). Mereka pasti tahu siapa itu Marillion
Marillion berdiri tahun 1979 di Avlesbury, Inggris. Dengan nama lain The Silmarillion, diambil dari judul buku yang di tulis JRR Tolkien. Untuk menghindari konflik dikemudian hari terkait kesamaan nama dan UU hak cipta, maka pada tahun 1981 nama The Silmarillion di singkat menjadi Marillion.
Subscribe to:
Posts (Atom)