Thursday, September 29, 2011

Lucia Hartini


Eyang Ismoyo
Lucia Hartini, salah satu pelukis wanita yang beraliran surialis. Dia telah memberikan warna tersendidi dalam wacana seni rupa Indonesia. Banyak diantara karya nya merupakan misteri. Karena lukisan-lukisan itu dibuat setelah dia mengalami proses penyembuhan atas suatu penyakitnya yang berkepanjangan. Lucia menjalani pengobatan alternatif.

Caught In A Barrier of Sharp Rock
Seperti pada lukisan cat minyak diatas kanvas 150 x 200 cm yang berjudul 'Payung' Lucia mengaku pada waktu itu dia tidak tahu siapa yang dilukisnya, itu sebabnya obyek wajah dalam lukisan itu terlihat gelap.

Payung
Wajar jika beberapa pengamat seni menilai Lucia Hartini sering melukiskan sesuatu diluar kelaziman, mengejutkan begitu spektakuler, penuh energi dan mengandung berbagai kiasan yang mengundang tanda tanya.

Blue Hole
Ada satu hal yang spesifik dari lukisan-lukisan Lucia Hartini, yaitu adanya benda-benda langit berupa bulan atau planet-planet  lain, pusaran air,awan,dan karang.

Dibawah ini beberapa karya dari Lucia Hartini yang penuh misteri.













Melihat lukisan Lucia, mengingatkan saya pada cover album dari grup band misterius era 70 an asal Kanada, namanya 'Klaatu'. Kenapa misterius? karena tak seorang pun tahu siapa personal dari grup band tersebut.


Front Cover
Front Cover
Back Cover
Back Cover
Cover tersebut dibuat oleh Ted Jones, bandingkan karakteristik sapuan kuas pada obyek lukisan, awan dan benda langit yang ada. Bagaimana menurut anda?


Lucia Hartini

Wednesday, September 28, 2011

Casa Son Vida




Casa Son Vida berlokasi 15 menit dari Palma de Mallorca, Spanyol. Vila ini hadir dalam tatanan extra ordinary yang menembus batas-batas kemewahan desain vila seperti yang bisa dinikmati di area sekitar, yang didominasi gaya mediteranean.



Ketika bangunan -bangunan sekitar hadir dengan tipikal gaya mediteranean dan Tuscan, vila yang dikembangkan oleh Cosmopolitan Estate ini berusaha menghadirkan definisi baru yang lebih poetic tanpa harus menyerah pada keterbatasan konteks dan lahan.



Vila ini tidak lagi sebuah single building, tetapi sebuah 'motion' yang tidak hanya memanjakan visual, tetapi juga persepsi keruangan dan image gaya hidup. Sentuhan seni akhirnya juga menjadi elemen penentu yang menjadikan keseluruhan aspek berhasil berkolaborasi mewujudkan kualitas hidup yang baru.



Sebenarnya vila ini merupakan bangunan tahun 60 an bergaya mediteranian seluas 800 m2, oleh tecARCHITECTURE diolah dalam spirit inovasi dalam wujud bentuk oval dan kotak.




'Motion' yang dibentuk dari dinding-dinding rumah mediteranean kemudian membentuk sebuah ruang yang bercerita berkat hadirnya bentuk-bentuk bold dan curvaceous yang merombak pemahaman konvensional. Dua hal yang berbeda tersebut justru hadir co-exist, dipertemukan, tetapi juga saling mengkontraskan.




Pertemuan antara arsitektur, interior, dan sentuhan seni inilah yang kemudian menjadi satu konteks tersendiri yang berhasil memaknai kembali kemewahan dalam skala makro hingga ke detail-detailnya. Ketika Mallorca selalu identik dengan pantai, dan great parties, vila yang gorgeous ini memanfatkan alam dan lingkungan sekitar menjadi latar dari 'motion' yang ultra luxurious, high design, state of art, dan sustainable residences.



Interior dan arsitektur tidak dibiarkan punya identitas sendiri. Keduanya saling menjadi awalan dan perpanjangan dari yang lainnya sebagai satu kontinuitas yang tidak hanya membentuk skenario ruang, tetapi juga membangun nuansa ruang yang tetap mendefinisikan pemahaman akan luxurious design. Peran Marcel Wanders sebagai designer interior bangunan vila ini begitu kuat, ekspresif, dan stylish.

Dibawah ini beberapa tampilan ruang interior yang stylish










Tuesday, September 27, 2011

FINCUBE



New modular yang transportable, low energy, dan menghadirkan definisi baru tentang practical living.
Gaya hidup yang simpel dan berpindah-pindah menginspirasi hadirnya FINCUBE. Tatanan interior loft didalam massa bangunan hunian berbentuk kotak yang mudah untuk dibangun dan dibongkar, sehingga wacana berpindah-pindah menjadi mudah.
Werner Aisslinger dibantu oleh South Tyrolian Team mewujudkan 'a vision of temporary living' di Bozen, selatan Italia dengan pemandangan yang luar biasa ke arah Pegunungan Dolomite di ketinggian 1200 m di atas permukaan laut.



Bangunan kubus yang dibuat seluruhnya dari material kayu lokal itu begitu fleksibel dan memiliki desain long lasting. Dengan spirit minimalis, bentuk massa kubus dilapisi 360 derajat triple glazing dengan secondary skin yang berfungsi sebagai buffer sinar dan membuat bangunan terlihat seperti mushroom.



Dengan ketinggian ruang tiga meter, bangunan terbagi menjadi fungsi open kichen, living space, bedroom dan bathroom.


Bangunan kubus dengan konsep loft didesain juga dengan visi hospitality. Bersama dengan Josef Innherhofer dan desainer interior Tina Bunyaprasit bangunan dikembangkan menjadi ramah lingkungan yang bisa diletakkan di tengah pemandangan alam paling indah sekalipun, tanpa merusak kondisi tanah.
Kemungkinan untuk dilebarkan, dikecilkan dan dipindahkan, menjadikan fleksibilitas bangunan kubus satu solusi cerdas bagi perkembangan dunia pariwisata.


Fasad dengan secondary skin, responsif terhadap sinar matahari sekaligus menghadirkan  nuansa modern

Open kitchen, clean, modern and simple

Korelasi intens antara tampilan arsitektur, interior dan pemandangan hijau disekitarnya