Wednesday, September 28, 2011

Casa Son Vida




Casa Son Vida berlokasi 15 menit dari Palma de Mallorca, Spanyol. Vila ini hadir dalam tatanan extra ordinary yang menembus batas-batas kemewahan desain vila seperti yang bisa dinikmati di area sekitar, yang didominasi gaya mediteranean.



Ketika bangunan -bangunan sekitar hadir dengan tipikal gaya mediteranean dan Tuscan, vila yang dikembangkan oleh Cosmopolitan Estate ini berusaha menghadirkan definisi baru yang lebih poetic tanpa harus menyerah pada keterbatasan konteks dan lahan.



Vila ini tidak lagi sebuah single building, tetapi sebuah 'motion' yang tidak hanya memanjakan visual, tetapi juga persepsi keruangan dan image gaya hidup. Sentuhan seni akhirnya juga menjadi elemen penentu yang menjadikan keseluruhan aspek berhasil berkolaborasi mewujudkan kualitas hidup yang baru.



Sebenarnya vila ini merupakan bangunan tahun 60 an bergaya mediteranian seluas 800 m2, oleh tecARCHITECTURE diolah dalam spirit inovasi dalam wujud bentuk oval dan kotak.




'Motion' yang dibentuk dari dinding-dinding rumah mediteranean kemudian membentuk sebuah ruang yang bercerita berkat hadirnya bentuk-bentuk bold dan curvaceous yang merombak pemahaman konvensional. Dua hal yang berbeda tersebut justru hadir co-exist, dipertemukan, tetapi juga saling mengkontraskan.




Pertemuan antara arsitektur, interior, dan sentuhan seni inilah yang kemudian menjadi satu konteks tersendiri yang berhasil memaknai kembali kemewahan dalam skala makro hingga ke detail-detailnya. Ketika Mallorca selalu identik dengan pantai, dan great parties, vila yang gorgeous ini memanfatkan alam dan lingkungan sekitar menjadi latar dari 'motion' yang ultra luxurious, high design, state of art, dan sustainable residences.



Interior dan arsitektur tidak dibiarkan punya identitas sendiri. Keduanya saling menjadi awalan dan perpanjangan dari yang lainnya sebagai satu kontinuitas yang tidak hanya membentuk skenario ruang, tetapi juga membangun nuansa ruang yang tetap mendefinisikan pemahaman akan luxurious design. Peran Marcel Wanders sebagai designer interior bangunan vila ini begitu kuat, ekspresif, dan stylish.

Dibawah ini beberapa tampilan ruang interior yang stylish










Tuesday, September 27, 2011

FINCUBE



New modular yang transportable, low energy, dan menghadirkan definisi baru tentang practical living.
Gaya hidup yang simpel dan berpindah-pindah menginspirasi hadirnya FINCUBE. Tatanan interior loft didalam massa bangunan hunian berbentuk kotak yang mudah untuk dibangun dan dibongkar, sehingga wacana berpindah-pindah menjadi mudah.
Werner Aisslinger dibantu oleh South Tyrolian Team mewujudkan 'a vision of temporary living' di Bozen, selatan Italia dengan pemandangan yang luar biasa ke arah Pegunungan Dolomite di ketinggian 1200 m di atas permukaan laut.



Bangunan kubus yang dibuat seluruhnya dari material kayu lokal itu begitu fleksibel dan memiliki desain long lasting. Dengan spirit minimalis, bentuk massa kubus dilapisi 360 derajat triple glazing dengan secondary skin yang berfungsi sebagai buffer sinar dan membuat bangunan terlihat seperti mushroom.



Dengan ketinggian ruang tiga meter, bangunan terbagi menjadi fungsi open kichen, living space, bedroom dan bathroom.


Bangunan kubus dengan konsep loft didesain juga dengan visi hospitality. Bersama dengan Josef Innherhofer dan desainer interior Tina Bunyaprasit bangunan dikembangkan menjadi ramah lingkungan yang bisa diletakkan di tengah pemandangan alam paling indah sekalipun, tanpa merusak kondisi tanah.
Kemungkinan untuk dilebarkan, dikecilkan dan dipindahkan, menjadikan fleksibilitas bangunan kubus satu solusi cerdas bagi perkembangan dunia pariwisata.


Fasad dengan secondary skin, responsif terhadap sinar matahari sekaligus menghadirkan  nuansa modern

Open kitchen, clean, modern and simple

Korelasi intens antara tampilan arsitektur, interior dan pemandangan hijau disekitarnya

Monday, September 26, 2011

Sculpture By The Sea




Ajang pameran patung tahunan di alam terbuka (outdoor sculpture exhibition) terbesar didunia ini diadakan setiap tahun diakhir bulan Oktober. Bertempat di sepanjang Pantai Bondi hingga Pantai Tamarama, Sydney-Australia.Tepian laut sepanjang Pantai Bondi yang memanjang ke selatan hingga Pantai Tamarama yang spektakuler dengan birunya lautan Pasifik dan lahan terjal, serta nyaman dilalui pejalan kaki, dijadikan 'kanvas' interaktif ruang terbuka.



Yang membuat pameran ini menarik adalah, berbagai rupa atau diversity of works, dari karya yang halus hingga yang keras, dari yang serius sampai yang satiris, dari yang klasik ke kontemporer, sehingga memberi rasa bagi setiap pengunjung dengan selera berbeda. Suatu ajang seni yang dapat memberi kepuasan pada seluruh anggota keluarga yang bersama datang berkunjung.



Kedua, kekuatan unik dari patung patung tersebut, diletakan ditempat yang dramatis dan luar biasa di lahan alami akan membuat elemen elemen lebih berbinar. Analoginya adalah melihat pameran lukisan didalam museum / galeri, yamg selama duapuluh empat jam sehari dan setiap harinya akan tetap sama. Bandingkan dengan jika melihat pameran patung di alam terbuka dengan berbagai kondisi udara atau cuaca berbeda pagi, siang atau sore hari, hujan dan cerah efeknya bisa sangat berlainan.



Ketiga, pameran ini juga merupakan kegiatan lingkungan yang menangkap daya imaji publik secara unik. Bayangkan sekumpulan manusia yang bersama sama disuatu tempat dalam suasana atmosfer penuh kesan kebaikan, kegembiraan dan enerjik.




Dibawah ini beberapa karya dari ajang Sculpture By The Sea 2010, oleh para pematung Australia, Selandia Baru, Jepang dan negara lainnya.



Transfiguration 'Link' XXIII, karya Mitsuo Takeuchi (Jepang)
Leaf Vessel, Virginia King (Selandia Baru)

Sea Cells, karya Lucy Barker (Australia)

State of Square, karya Fatih Semiz (Australia)
Splash, karya Thomas Misure (Australia)
Earl King, karya Sir Anthony Caro (Inggris)
The Dancer, karya Jeramie Carter (Australia)
Untitled, karya Jean Pierre Rives (Prancis)
Portrait of Mr. A, karya Zero Higashida (Jepang)
Initials, karya Tim Macfarlane (Australia)

Sunday, September 25, 2011

Design Museum Holon



The Design Museum Holon dibuka pada bulan Maret 2010 dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai salah satu museum terkemuka di dunia dan budaya kontemporer. Rancangan arsitektur berskala besar pertama dari arsitek Ron Arad ini terletak dikota Holon, Israel.

Tangga berkelok-kelok dari lobi ke galeri bawah
Ron Arad memenuhi tantangan menciptakan struktur untuk mencakup dan mengekspresikan prinsip prinsip desain. Hasilnya: Museum Design ini menjadi ikon kota Holon.

Galeri langit, pita baja corten yang meliuk-liuk
Fasad bangunan yang meliuk-liuk menggunakan lima pita baja CORTEN (weathered steel) dengan warna gradasi terakota yang mencolok.

Gradasi warna terakota dari lima pita baja corten
Kreasi Ron Arad memperlihatkan pendekatan sculptural yang ekstrim mengombinasikan fungsionalitas yang apa adanya dan playful dengan visualisasi memukau. musem ini mengakomodasi dua galeri utama serta eksibisi alternatif dan ruang edukasi.

Playful .....visulisasi yang memukau
Lobi Interior
Sculptural yang ekstreim, menjadikan bangunan ini sebagai ikon kota Holon
Museum Entrance
Model / maket museum
Logo Design Museum Holon